FENOMENA TRADISI SUMPING DAUN PADA MASYARAKAT MUARADUA KABUPATEN OKU SELATAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT BUDAYA ISLAM

PUSPITA.MD, FERA (2021) FENOMENA TRADISI SUMPING DAUN PADA MASYARAKAT MUARADUA KABUPATEN OKU SELATAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT BUDAYA ISLAM. Undergraduate Thesis thesis, UIN RADEN FATAH PALEMBANG.

[img]
Preview
Text
1.pdf

Download (292kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3.pdf

Download (229kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4.pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5.pdf

Download (37kB) | Preview

Abstract

Pembahasan mengenai kebudayaan maka akan langsung berhadapan dengan pengartian tentang budaya itu sendiri, dengan berjalannya waktu banyak para ilmuwan yang lebih mengutamakan pembahasan mengenai fenomena kebudayaan yang ada dimasyarakat, di awali oleh sarjana Barat seperti Geertz, 1 sampai sarjana di Indonesia itu sendiri. Dalam bahasa Sanksekerta budaya yaitu buddhayah, ialah bentuk jamak dari buddhi (akal) dipahami mengenai hal yang berhubungan pada budi dan akal manusia, dalam bahasa inggris budaya disebut culture. Kata culture diartikan sebagai “Kultur” dalam bahasa Indonesia.2 Kultur atau kebudayaan tidak bisa melepaskan diri dari kebiasaan masyarakat. Kebiasaan tersebut melekat pada masyarakat tertentu sehingga dikenal dengan istilah tradisi atau adat dalam masyarakat. Tradisi bisa berbentuk nilai, norma sosial, tingkah laku dan kebiasaan lain yang ialah bentuk dari berbagai aspek kehidupan. Menurut Hasan Hanafi sebagaimana yang dikutip oleh Moh Nur Hakim dalam bukunya Islam Islam Tradisional dan Repormasi Pragmatisme, menyatakan bahwa tradisi merupakan semua peninggalan masa lalu yang ada untuk kita dan terhubung kedalam budayapada masa sekarang. Kemudian, menurut Hanafi turats bukan untuk masalah peninggalan sejarah, namun mencakup permasalahan kontribusi zaman sekarang kesemua golongan. 3 Dalam membentuk nilai, norma dalam sosial kemasyarakatan tentu dalam ajaran Islam terdapat pada surat Al-Baqarah Ayat 30 berikut: Dari ayat di atas dapat kita pahami bahwa mempercayakan manusia untuk dijadikan sebagai khalifah di bumi. Mereka diperintahkan oleh Allah Swt. untuk mendirikan norma-norma (hukum) yang telah ditetapkan, dan melestarikan keharmonisan dalam mengatur segala hal yang ada di dalamnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Subjects: 300 Ilmu sosial, Sosiologi dan Antropologi > 390 Norma, etika dan tradisi
100 Filsafat dan Psikologi > 140 Filsafat (Umum)
Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah dan Filsafat Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam > 76232 - Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: perpus perpus perpus
Date Deposited: 25 Oct 2021 08:19
Last Modified: 25 Oct 2021 08:19
URI: http://repository.radenfatah.ac.id/id/eprint/18086

Actions (login required)

View Item View Item