Nikah Dalam Al-Qur’an Studi Terhadap Praktek Nikah Sebambangan di Desa Lekis Rejo Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu

ERYANTI, ERYANTI (2021) Nikah Dalam Al-Qur’an Studi Terhadap Praktek Nikah Sebambangan di Desa Lekis Rejo Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu. Undergraduate Thesis thesis, UIN RADEN FATAH PALEMBANG.

[img]
Preview
Text
1.pdf

Download (305kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2.pdf

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3.pdf

Download (488kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4.pdf

Download (313kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5.pdf

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DPUSTAKA.pdf

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KOVER.pdf

Download (229kB) | Preview

Abstract

Sudah di jelaskan dalam al-Qur’an bahwa nikah yang sah adalah nikah yang ditentukan oleh Allah SWT. Pernikahan idealnya dimulai dalam Islam dan bebas dari segala penyimpangan dari ajaran agama Adat di Desa Lekis Rejo Oku adalah laki-laki membawa calon istrinya ke rumah P3N/Kades, yang disebut dengan sebambangan. Bagi pasangan yang sebambangan,tanpa sepengetahuan orang tua, kemudian menikah dirumah P3N/Kades tanpa wali, akan menimbulkan permasalahan. Dengan rumusan masalah: Bagaimana hakikat pernikahan menurut al-Qur’an, dan Bagaiman aplikasi nilai-nilai pernikahan dalam Islam terhadap sebambangan, dalam perkawinan adat suku Ogan Desa Lekis Rejo. Oleh karena itu judul penelitian ini adalah “Nikah Dalam Al-Qur’an studi terhadap praktik nikah sebambagan di Desa Lekis Rejo Oku”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan sumber data utama bersal dari Desa Lekis Rejo dan tokoh masyarakat dan sumber data penunjang juga didukung oleh perpustakaan yang berkaitan dengan penelitian, disertakan penulisan deskriptif, kemudian diolah dengan menggunakan metode Living Qur’an, ialah lafal-lafal al-Qur’an yang hidup dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang sebambangan adalah kurangnya restu dari wali/orang tua, dan terkait dengan status sosial, status sosial ekonomi, dan alasan lainnya. Kesimpulannya, praktik nikah sebambangan sampai saat ini masih ada yang melakukan karena dalam praktik sebambangan ini tidak menyimpang dengan ketentuan Agama dan Negara. Pasanganpun telah sepakat melakukan nikah sebambangan, tidak adanya unsur paksaan. Selama Agama dan Adat istiadat tidak bertentangan dalam kehidupan bermasyarakat, keduanya sebenarrnya tidak bertentangan dalan masyarakat. Islam adalah agama yang mengajarkan untuk menoleransi tradisi. Praktik sebambangan yang dulunya sering terjadi di masyarakat, sehingga tokoh masyarakat melaksanakan pesan yang di sampaikan atas kemauan dir sendiri.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Subjects: Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam > 76231 - Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (S1)
Depositing User: Armalanda Anto
Date Deposited: 01 Mar 2022 03:22
Last Modified: 01 Mar 2022 03:22
URI: http://repository.radenfatah.ac.id/id/eprint/19567

Actions (login required)

View Item View Item