SUNNAH DALAM PERSPEKTIF MANHAJ SALAFI

TUPRES PANIA, NIM. 12331045 (2018) SUNNAH DALAM PERSPEKTIF MANHAJ SALAFI. Diploma thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH.

[img]
Preview
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (619kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. BAB 1.pdf

Download (501kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. BAB IV.pdf

Download (274kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini diberi judul “Sunnah Dalam Perspektif Manhaj Salafi”. Sunnah merupakan petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulallah Saw dan telah mampu diamalkan oleh para Sahabat R.hum, baik berupa ilmu, aqidah, perkataan, perbuatan dan ketetapan. Sunnah adalah jalan yang harus ditempuh dan diamalkan oleh seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan, karena Sunnah merupakan jalan petunjuk untuk seorang muslim beribadah, beramal dan menentukan suatu hukum yang telah ditetapkan Allah Swt dan Rasulallah Saw. Seorang muslim yang meninggalkan bahkan menjauhi Sunnah maka ia akan menuju jalan yang tersesat atau bid’ah (perkara baru) yang bersebrangan dengan Sunnah dan tentunya tidak akan mendapatkan keridhaan dari Allah Swt. Sunnah memiliki kedudukan terpenting kedua setelah al-Qur’an yang juga merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an. Sunnah akan menjadi bayan (penjelasan) al-Qur’an baik dari imaniah, ‘ubudiah, mu’amalah, mu’asyarah dan akhlaq semuanya tertulis didalam al-Qur’an dan akan dijelaskan secara rinci melalui Sunnah. Pembahasan masalah diatas akan dideskripsikan dengan menggunakan penelitian kepustakan (library reasearch). Data yang digunakan pada penelitian ini terdapat dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Dimulai dari al-Qur’an, kitab tafsir, kitab-kitab Hadits dan buku-buku pendukung yang berkaitan tentang mesalah yang dideskripsikan. Kesimpulan teoritis dalam pembahasan ini menunjukan bahwa : Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan oleh Rasulallah Saw, baik qauliyyah (perkataan), fi’liyah (perbuatan) dan taqririyah (penetapannya). Sunnah menempati kedudukan yang sangat penting setelah al-Qur’an yaitu sebagai sumber hukum kedua setelah al-Qur’an, menguatkan hukum suatu peristiwa yang telah ditetapkan hukumnya didalam al-Qur’an dan memberikan bayan (penjelasan) terhadap ayat-ayat al-Qur’an, baik dari Imaniah, ‘ubudiah, mu’amalah, mu’asyarah dan akhlaq. Maka tidak ada lagi cara untuk mengembalikan kemulian dan cita- cita umat Islam, sebagaimana kemulian itu telah didapatkan pada zaman para Sahabat R.hum, kecuali dengan mengikuti contoh dari para Sahabat R.hum, karena mereka telah berhasil dalam mengamalkan Sunnah, sehingga agama dapat diamalkan ditengah-tengah kehidupan mereka. Kata Kunci : Sunnah Dalam Perspektif Manhaj Salafi

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Depositing User: perpus perpus perpus
Date Deposited: 14 Feb 2019 01:04
Last Modified: 14 Feb 2019 01:04
URI: http://repository.radenfatah.ac.id/id/eprint/3623

Actions (login required)

View Item View Item