Eksistensi Kesenian Kuntau Desa Lumpatan Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin

Rika, Afriani (2024) Eksistensi Kesenian Kuntau Desa Lumpatan Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Undergraduate Thesis thesis, UIN Raden Fatah Palembang.

[img] Slideshow
bab I rika.pdf
Restricted to Registered users only

Download (587kB) | Request a copy
[img] Slideshow
bab II rikaa.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Slideshow
bab III rika afriani.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Slideshow
bab IV rikaa.pdf
Restricted to Registered users only

Download (453kB) | Request a copy
[img] Text
cover eksistensi kesenian kuntau.pdf

Download (291kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (276kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (215kB)

Abstract

Kuntau merupakan salah satu kesenian beladiri tradisional yang masih dilestarikan di desa Lumpatan kecamatan Sekayu kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini difokuskan untuk menjawab suatu permasalahan yaitu: (1) Bagaimana sejarah perkembangan kuntau di desa Lumpatan. (2) Bagaimana upaya pelestarian kesenian kuntau di desa Lumpatan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui sejarah perkembangan kesenian kuntau di desa Lumpatan kecamatan Sekayu kabupaten Musi Banyuasin. (2) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan masyarakat dalam pelestarian kesenian kuntau. Kajian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, sumber data yang digunakan yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer berasal dari guru-guru kuntau, tokoh adat, perangkat desa buku-buku yang berkenaan dengan penelitian dsb. Sumber sekunder berasal dari skripsi, jurnal, dan buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan validasi data di lokasi penelitian yaitu desa Lumpatan kecamatan Sekayu kabupaten Musi Banyuasin. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa kesenian beladiri tradisional kuntau masuk di desa Lumpatan diperkirakan tahun 1376-1378 H/1957-1958 M yang digurui oleh Seleman Angkong kemudian mengalami perkembangan pada tahun 1390 H/1970 M, pada saat sistem marga dihapus tahun 1403 H/1983 M kesenian beladiri kuntau sudah mulai kurang ditampilkan lagi, namun terdapat dua perguruan kuntau yang masih tetap eksis yakni perguruan Bujang Penyamon dan perguruan Macan Tutul kemudian pada tahun 1441 H/2020 M kesenian kuntau dibina oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Sekayu kabupaten Musi Banyuasin menjadi satu perguruan yakni kuntau Musi. Terdapat dua upaya pelestarian yaitu culture experience (pengalaman budaya) yang terdiri dari adanya perguruan kuntau, mengadakan pelatihan ke sekolah, adanya generasi penerus, menampilkan kembali kuntau dalam sebuah acara, dan Knowledge yang terdiri Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemda. Cq Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, MoU dengan sanggar Putri Sak Ayu, Back Up dalam media sosial dan bekerja sama dengan museum Penghulu Muhammad Saleh.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kuntau, sejarah, pelestarian.
Subjects: Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > 80230 - Sejarah Peradaban Islam (S1)
Depositing User: Rika Afriani NIM. 2020402009
Date Deposited: 10 Feb 2025 07:07
Last Modified: 10 Feb 2025 07:07
URI: http://repository.radenfatah.ac.id/id/eprint/43691

Actions (login required)

View Item View Item