UJI AKTIVITAS EKSTRAK JAMUR ENDOFIT Fusarium chlamydosporum YANG DIISOLASI DARI KULIT BATANG TUMBUHAN INSULIN (Smallanthus sonchifolius) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI

Kartikasari, Ismi Fauziah (2024) UJI AKTIVITAS EKSTRAK JAMUR ENDOFIT Fusarium chlamydosporum YANG DIISOLASI DARI KULIT BATANG TUMBUHAN INSULIN (Smallanthus sonchifolius) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI. Undergraduate Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

[img] Text
cover skripsi.pdf

Download (117kB)
[img] Text
ABSTRACT.pdf

Download (166kB)
[img] Text
BAB 1 SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (178kB) | Request a copy
[img] Text
BAB II SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (405kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (341kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV1 SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (630kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (143kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA SKRIPSI.pdf

Download (222kB)

Abstract

ABSTRACT Endophytic fungi have significant potential in producing bioactive compounds that can be developed into new drugs due to their ability to generate secondary metabolites similar to those of their host plants. Fusarium chlamydosporum is one such endophytic fungus reported to have various biological activities, including antioxidant and antibacterial properties. This study aims to evaluate the activity of Fusarium chlamydosporum extract isolated from the insulin plant (Smallanthus sonchifolius) stem in inhibiting free radicals and the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The fungus was cultured on PDA medium, followed by cultivation in PDB medium, and then extracted using ethyl acetate, resulting in a concentrated extract. Antibacterial testing using the disk diffusion method showed that the extract at concentrations of 2,000 ppm and 1,000 ppm produced strong inhibition zones, while the 500 ppm concentration produced moderate inhibition. Antioxidant testing using DPPH indicated that all methanol extracts exhibited activity with an IC50 value of 28.31. Phytochemical analysis of the Fusarium chlamydosporum extract revealed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and phenolics. Statistical analysis (One-Way ANOVA) demonstrated a significant effect of the extract on the test bacteria. The F-calculated values for E. coli (2302.72) and S. aureus (32505.33) were greater than the F-table value (2.86) at a 5% significance level, indicating significant antibacterial activity. Key words: Fusarium chlamydosporum, antioxidant, antibacterial, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, endophytic fungi   ABSTRAK Jamur endofit memiliki potensi besar dalam menghasilkan senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan menjadi obat baru karena kemampuannya menghasilkan metabolit sekunder serupa dengan tanaman inangnya. Fusarium chlamydosporum merupakan salah satu jamur endofit yang dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas ekstrak Fusarium chlamydosporum yang diisolasi dari batang insulin (Smallanthus sonchifolius) dalam menghambat radikal bebas serta pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jamur dikultur pada media PDA, dilanjutkan kultivasi pada media PDB, kemudian diekstraksi menggunakan etil asetat, menghasilkan ekstrak pekat. Uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram menunjukkan bahwa ekstrak pada konsentrasi 2.000 ppm dan konsentrasi 1.000 ppm menghasilkan zona hambat kategori kuat, sedangkan konsentrasi 500 ppm kategori sedang. Uji antioksidan menggunakan DPPH menunjukkan seluruh ekstrak metanolmemiliki aktivitas dengan nilai IC50 28,31. Hasil analisis fitokimia ekstrak jamur Fusarium chlamydosporum mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik. Analisis statistik (One Way ANOVA) menunjukkan pengaruh signifikan ekstrak terhadap bakteri uji. Nilai F-hitung untuk E. coli (2302,72) dan S. aureus (32505,33) lebih besar dari F-tabel (2,86) pada taraf signifikansi 5%, mengindikasikan aktivitas antibakteri yang nyata. Kata kunci : Fusarium chlamydosporum, antioksidan, antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, jamur endofit

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : Fusarium chlamydosporum, antioksidan, antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, jamur endofit
Subjects: 500 Sains dan Matematika > 570 Biologi, Ilmu Hayat > Biologi
Depositing User: Ismi Fauziah Kartikasari 2130801038
Date Deposited: 30 Jan 2025 07:34
Last Modified: 30 Jan 2025 07:34
URI: http://repository.radenfatah.ac.id/id/eprint/43980

Actions (login required)

View Item View Item