PERTANGGUNGJAWABAN BURUH PETERNAKAN SAPI TERHADAP KEMATIAN HEWAN TERNAK DALAM PANDANGAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Di Desa Tanjung Atap Kabupaten Ogan Ilir)

Sanjaya, Agung (2024) PERTANGGUNGJAWABAN BURUH PETERNAKAN SAPI TERHADAP KEMATIAN HEWAN TERNAK DALAM PANDANGAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Di Desa Tanjung Atap Kabupaten Ogan Ilir). Undergraduate Thesis thesis, UIN RADEN FATAH PALEMBANG.

[img] Text
cover 1.pdf

Download (12kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (159kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (464kB) | Request a copy
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (552kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (531kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (323kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (196kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (160kB)

Abstract

Peternakan yang dimiliki Bapak H.Muhammad Yusuf Mekki adalah peternakan sapi. Pada peternakan sapi ini ditemukannya masalah berupa kelalaian pekerja buruh ternak sapi hingga menimbulkan kerugian bagi bapak H.Muhammad Yusuf Mekki selaku pemilik ternak sapi. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan metode penelitian yuridis empiris dan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder dengan teknik pengumpulan data secara wawancara, observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Pelaksanaan tanggung jawab buruh terhadap kematian hewan ternak di peternakan sapi milik bapak H.Muhammad Yusuf Mekki dilakukan secara damai dengan sanksi memberhentikan pekerja buruh A dan B secara paksa. Dikarenakan tidak adanya perjanjian secara tertulis dalam UU ketenagakerjaan Pasal 54 ayat. (2) Pandangan Hukum Ekonomi Syariah terhadap kematian hewan ternak karena kelalaian buruh ternak telah di jelaskan dalam pengertian ta’widh yaitu ganti rugi berdasarkan Q.S Al-Baqarah ayat 194 menyatakan bahwa yang artinya “balas ia dengan seimbang dengan kerugian yang ia timpakan kepadamu” guna keadilan di dunia maupun akhirat. Namun jika secara hukum dunia tidak dapat di proses, maka jalan satu satunya adalah bentuk kerelaan, adanya bentuk damai yang harus di sepakati kedua belah pihak dimana pekerja meminta maaf dan mendapatkan sanki dan pemilik harus memaafkan dan memberi sanksi. Dan pihak pekerja A dan B mendapatkan sanksi di dunia berupa diberhentikan secara paksa kerja dan dosa yang mereka tanggung dikarenakan kelalaian mereka sebagai pekerja yang tidak amanah. Kata Kunci :Hukum Ekonomi Syariah, tanggung jawab, ta’widh.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Subjects: Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Agung Sanjaya NIM. 1920104086
Date Deposited: 14 Feb 2025 08:42
Last Modified: 14 Feb 2025 08:42
URI: http://repository.radenfatah.ac.id/id/eprint/44463

Actions (login required)

View Item View Item