Agung, M. Rahus (2024) SANKSI TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU DAN KORBAN (Perbandingan Perundang-Undangan di Indonesia dan Malaysia). Undergraduate Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG.
![]() |
Text
Skripsi A5 M. Rahus Agung 11.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
![]() |
Text
Skripsi A5 M. Rahus Agung 11.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi ini berjudul Sanksi Tindak Pidana Pelecehan Seksual Terhadap Anak Sebagai Pelaku Dan Korban (Perbandingan Perundang-Undangan Di Indonesia Dan Malaysia). Masalah ini diangkat dikarenakan kejahatan yang sering muncul belakangan ini adalah kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak sebagai pelaku dan korban seperti pada contoh kasus No:10/Pid.Sus-Anak/2019/PT.BDG. Tujuan pada penelitian ini yakni untuk mengatahui bagaimana sanksi tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak sebagai pelaku dan korban menurut perundang-undangan di Indonesia dan Malaysia serta melihat perbandingan dan persamaan antara kedua negara tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (librarry reseaarch) Serta menggunakan metode deskriptif kualitatif dan komparatif sebagai teknik analisis data. Adapun hasil dari penelitian ini yakni sanksi tersebut sanksi pidana pelecehan dan kekerasan seksual terdapat pada UU perlindungan anak No. 35 Tahun 2002 pada pasal 81 dan pasal 82 kemudian direvisi dengan UU No. 35 Tahun 2014. Sedangkan dalam Hukum Islam sudah bisa dimintai pertanggungjawaban karena sudah termasuk kedalam kategori ahliyah al ada’ al- kamilah (kecakapan bertindak secara sempurna). Kemudian pada sistem hukum Malaysia dalam Akta Kanak-Kanak tahun 2001 terdapat 1 lembaga khusus, yaitu Sekolah Henry Gurney (SHG), yang menangani anak berusia 14-21 dan menerapkan 4 program hukuman untuk memberikan sanksi pembelajaran. perbandingannya di Indonesia, kepastian hukum lebih diutamakan mengikuti hukum tertulis (formalistik) sementara, di Malaysia memberikan ruang lebih luas bagi hakim untuk mempertimbangkan saksi di luar peraturan tertulis (substantif).
Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Sanksi, Pelecehan Seksual, Anak, Indonesia, Malaysia |
Subjects: | Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab |
Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74233 - Perbandingan Mazhab |
Depositing User: | M. RAHUS AGUNG 2020102030 |
Date Deposited: | 24 Feb 2025 04:30 |
Last Modified: | 24 Feb 2025 04:31 |
URI: | http://repository.radenfatah.ac.id/id/eprint/44584 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |