KONSTRUKSI BERITA PEMILU 2024 PADA PROGRAM Q&A DI METRO TV (Analisis Framing Robert N. Entman Episode Februari–Juli 2024)

ULANDARI, INDITIA (2025) KONSTRUKSI BERITA PEMILU 2024 PADA PROGRAM Q&A DI METRO TV (Analisis Framing Robert N. Entman Episode Februari–Juli 2024). Undergraduate Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) RADEN FATAH PALEMBANG.

[img] Text
COVER.pdf

Download (158kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (171kB)
[img] Slideshow
BAB I..pdf
Restricted to Registered users only

Download (523kB) | Request a copy
[img] Slideshow
BAB II..pdf
Restricted to Registered users only

Download (232kB) | Request a copy
[img] Slideshow
BAB III..pdf
Restricted to Registered users only

Download (328kB) | Request a copy
[img] Slideshow
BAB IV..pdf
Restricted to Registered users only

Download (362kB) | Request a copy
[img] Slideshow
BAB V..pdf
Restricted to Registered users only

Download (139kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (215kB)

Abstract

Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 menjadi salah satu peristiwa politik terbesar yang mendapat perhatian luas dari media massa, termasuk Metro TV. Sebagai stasiun televisi berita terkemuka di Indonesia, Metro TV memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap jalannya pemilu. Media tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga membangun narasi tertentu yang dapat memengaruhi opini masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana program Q&A Metro TV mengonstruksi berita Pemilu 2024 dengan menggunakan pendekatan analisis framing model Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh dari tiga episode program Q&A Metro TV yang tayang antara Februari hingga Juli 2024, yaitu "Trust Issue di Pemilu, Emang Boleh?", "Menyala Abangku!", dan "Peluit Sang Wasit, Hasyim Asy’ari". Analisis dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan pola framing yang digunakan, serta menarik kesimpulan mengenai konstruksi realitas politik yang dibangun Metro TV dalam memberitakan pemilu. Hasil penelitian ini menemukan lima temuan utama dalam framing Metro TV terhadap Pemilu 2024. Pertama, Metro TV dikonstruksi sebagai watchdog demokrasi yang kurang netral karena lebih menyoroti dugaan kecurangan tanpa memberikan perspektif yang berimbang. Kedua, Pemilu 2024 dikonstruksi sebagai pemilu dengan krisis kepercayaan, di mana hasilnya dianggap tidak mencerminkan kehendak rakyat akibat dugaan kecurangan dan keputusan kontroversial Mahkamah Konstitusi. Ketiga, kecurangan pemilu dikonstruksi sebagai kecurangan terstruktur dan sistematis yang melibatkan elite politik tertentu. Keempat, penyelenggara pemilu dikonstruksi sebagai institusi yang tidak independen, dengan KPU dan Bawaslu dipersepsikan tunduk pada tekanan politik. Kelima, hak angket, mobilisasi massa, dan Mahkamah Konstitusi dikonstruksi sebagai solusi, dengan Metro TV mendorong langkah-langkah tersebut sebagai bentuk perlawanan politik terhadap dugaan kecurangan pemilu.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Uncontrolled Keywords: Konstruksi, Framing, Pemberitaan Pemilihan Umum 2024, Metro TV, Program Q&A.
Subjects: 000 Komputer, Informasi, dan Referensi Umum > Media Massa, Jurnalisme, Publikasi
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > 70201 - Ilmu Komunikasi
Depositing User: INDITIA ULANDARI 2120701083
Date Deposited: 19 Mar 2025 04:49
Last Modified: 19 Mar 2025 04:49
URI: http://repository.radenfatah.ac.id/id/eprint/45254

Actions (login required)

View Item View Item